Malam dng dentang lagu
riuhnya suara dan cahaya
melepas harapan dlm gema
terima kasih kpd mereka yg mengerti
yg mndengar... dan punya hati...
ikrar ini adlh penutup kalbu yg mnunggu petang yg menanti...
besok kah atau hari ini...
pandangan yg baru
kembali yg lama...
tak ada apa-apa lgi...
kenangan pahit yg telah terlukis dlm cerita diri...
suatu saat...
jika dia berkata... mari kita bersama...
pertanda keajaiban dan doa lama yg baru saja didengarnya...
harapan ini tersimpan dlm ikrar yg dianggap nista...
dan terbuka jika keluar dari ucapnya...
Pesta telah usai...
tubuh yg lelah dan melayang dng teriakan gema sesal...
dng pengakuan rasa yg tak pernah benar dimatanya...
sambil mnunggu petang yg sudah menanti...
kembali lama dlm diri yg terluka...
selamat datang kembali...
diri yg menyepi lagi...
bening mata terakhir berkorban...
smpailah didepan rumah...
smbil mengetuk pelan semua pintu yg tak mngerti dng rasa...
aku datang... membawa kebahagiaan kembali kepada siapapun tanpa hati...
karena dia harapan pelengkap diri...
menolak langkah kaki...
gerimis terdengar...
smbil mnguntai kata penutup cerita...
dan harap suatu saat dia berkata...
namun pagi kan memaksa sandiwara tak ada apa-apa...
dan mari bermain peran lagi...

Komentar
Posting Komentar