Rabu, 08 Maret 2023 - 12.57
Sembunyikan perasaan ini...
tenggelamkan sakit ini...
dan lenyapkan ingatan rasa ini...
mohon dlm doa yg ingin didengar...
agar stiap temunya sperti suara riuhnya jalanan diwarung kopi...
18.53
Perjalanan membawamu
bertemu dengan ku
ku bertemu kamu...
ya... tulus dng nadanya yg indah...
ku kira kita asam dan garam
dan kita bertemu dibelanga
kisah yg ternyata tak seindah itu...
ku kira kita akan bersama
begitu banyak yg sama
latar mu dan latar ku...
ku kira tak kan ada kendala...
ku kira ini kan mudah...
kau aku jdi kita....
hati-hati dijalan...
nada-nada indah inilah yg terngiang...
dlm sendunya temu dalam diam...
dingin dan tak bermelodi...
lirih yg bernafas...
terengah sakit... tak merintih...
tpi meratap harap kembali satu...
Kamis, 09 Maret 2023 : 18.00
Tak ingin temu kembali lirih...
menghindar...
angin masih sejuk dikala pagi kan sore...
tak usah mengalih pandang...
krena itu sia-sia...
harap tetaplah harap...
yg tak kunjung membuka kata...
bicara... krena ini mngubah sandiwara... drama dan retorika hidup yg dilema...
ingin memulainya... mulailah dng mata...
agar nada dri hati terkesima dlm pahitny kembali...
lebih baik diam...
dan menjauh...
menyepi kembali dlm harap dan perih...
Jumat, 10 Maret 2023 - 15.56
Menyerah dalam lelah...
ingin cerita tpi telah jauh...
lihatlah... lorong lurus ditepi jalan...
ditepian sungai yg ramai dng riaknya ikan...
dedaunan jatuh dri rindangannya pohon diseberangnya...
duduklah dng tenang... smbil memandang...
dan bacalah...
apakah mengubah keadaan?
apakah mengubah pahit?
mengubah kemelut hari yg berlalu?
mengubah perasaan yg berbeda mnjdi satu?
doa ini menghamba selalu...
berlutut... dan tak mau menyerah...
bening tetesan temani jemari dlm menari... dan mnguntai kata-kata pahit ini...
ah... nafas ini menghela...
karena derai yg tak bisa ditahan...
dengarlah pinta dan doa ini...
hamba tak ingin sepi...
dan luluhkan hatinya...
20.36
Mengapa dng diri
yg tak layak dijerami belukar...
bukan kah sama yg mencipta...
bukan kah sama yg menghendaki...
tak mngertikah dng jalan bahagia...
cukuplah 14 hari dng ocehan tak beguna dimatanya...
tak ada yg mndengar...
banyakny derai linang pun tak mnyurutkan genangan pahit... merubahny mnjdi satu yg berbeda...
berserahlah dan bermulai lagi...
yaaa... penutup pesta dimalam ini mnjdi abu abu yg semakin lara...
berpesta dan bahagia dng pahit yg tersimpan...
dan ungkapkan dimalam ini...
harapan... pahit... dan derai yg tak tergantikan...
namun kenangan sbg bagian...
adalah hal yg indah tuk dimiliki...

Komentar
Posting Komentar